Kerugian Membeli Ponsel Android Entry-level

Seperti yang kita tahu, pasar ponsel android terbagi menjadi tiga segmentasi. Paling atas ialah segmen untuk pasar ponsel android flagship. Di bawahnya ada pasar ponsel android kelas menengah dan yang paling bawah ialah pasar ponsel android entry-level atau kelas bawah.
Pasar ponsel android flagship lazimnya akan dikuasai oleh perangkat yang dijual dengan harga mahal, yakni minimal dibanderol seharga Rp7 jutaan. Terbilang wajar karena lazimnya ponsel android yang berada di kelas flagship akan dipenuhi dengan fitur dan teknologi canggih.
Sementara ponsel android yang berada di kelas menengah alias mid-range akan dijual dengan harga relatif terjangkau, namun tidak bisa disebut murah juga. Lalu segmen terakhir, yakni entry-level akan dipenuhi dengan ponsel android yang dibanderol dengan harga murah.

Menurut situs https://828bet.online/ memiliki harga yang bersahabat menjadi alasan utama mengapa ponsel android yang berada di segmen entry-level bisa laku bak kacang rebus di pasar malam. Beberapa orang memang enggan merogoh koceknya lebih dalam untuk membeli sebuah ponsel android, dengan alasan “hemat”.
Sangat wajar jika beberapa orang berpikir demikian dan tidak bisa disalahkan juga. Akan tetapi, membeli ponsel android entry-level yang murah meriah nyatanya juga membawa kerugian tersendiri. Nah! 3 hal dibawah ini akan menunjukkan letak kerugiannya. Baca hingga selesai!

Ponsel android entry-level minim teknologi

Ponsel Android Entry-level
Ponsel Android Entry-level

Saat ini teknologi ponsel android melesat begitu cepat. Bisa dibilang, teknologi yang ada di industri ponsel android bergerak sedemikian cepat dibandingkan dengan industri gadget lainnya. Saking cepatnya, hampir setiap tahun kita selalu disajikan ponsel android baru yang datang dengan fitur dan teknologi yang juga baru.
Hanya saja, fitur dan teknologi terbaru ini lazimnya ditemukan di ponsel android flagship dan mid-range. Sedangkan ponsel android yang masuk ke dalam kelas entry-level atau kelas bawah lazimnya akan datang dengan fitur yang pas-pasan.

Meski begitu, kita harus mengakui bahwa ponsel android entry-level memang dikembangkan dengan ongkos produksi yang murah. Dan lazimnya, ponsel android entry-level juga datang dengan fitur standar guna memenuhi kebutuhan pengguna sehari-hari, seperti untuk medsos, browsing, dan chating.
Kita pun tidak bisa berharap banyak dengan komponen dan modul hardware yang ditanam ke dalam ponsel android entry-level. Kebanyakan, ponsel android seperti ini juga dilengkapi dengan modul hardware yang kinerjanya kalah jauh dengan ponsel android flagship dan mid-range.

Desain dan material yang dipakai kurang menarik

Ponsel Android Entry-level
Ponsel Android Entry-level

Saat ini kebanyakan ponsel android kelas atas datang dengan desain yang sedap dipandang mata. Tak hanya itu, sejumlah pabrikan juga mulai berani untuk mengemas ponsel android buatannya dengan warna-warna yang kinclong. Hal ini pun mulai merambah ke kelas menengah.
Namun jangan berharap banyak dengan desain yang sedap dipandang mata akan menyambangi ponsel android entry-level. Seperti yang kita tahu, tak sedikit juga ponsel android entry-level dikemas dengan material “murahan”, seperti plastik polikarbonat.
Plastik sebenarnya merupakan bahan yang tidak mudah tergores ataupun pecah. Namun ketika bersentuhan dengan tangan, kesan pertama yang akan kita rasakan ialah enteng dan ringkih. Tidak hanya itu, secara tampilan bahan plastik terlihat biasa-biasa saja, tak ada kesan istimewa apalagi mewah.
Berbanding terbalik dengan ponsel android flagship atau kelas menengah, perangkat yang ada di dalam kelas ini datang dengan material yang lebih solid, seperti metal atau logam lainnya. Tak hanya itu, ponsel android tersebut juga bisa dipercantik dengan lapisan kaca super kuat.

Siklus ganti ponsel android jadi lebih cepat

Ponsel Android Entry-level
Ponsel Android Entry-level

Membeli ponsel android entry-level karena ingin berhemat? Rasanya tidak juga! Seperti yang sudah disinggung di atas, ponsel android entry-level hanya dibekali teknologi dan hardware kelas bawah. Nah! Terkait dengan hal ini, tentu saja hardware yang terpasang tidak segegas hardware kelas atas.
Apa artinya? Hardware yang terpasang tidak dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, setiap aplikasi yang ada juga terus mengalami pembaruan. Oleh karena itu, dibutuhkan juga dukungan hardware yang lebih baru.
Ya! Dari sini kita jadi bisa tahu bahwa siklus hardware yang ada di dalam ponsel android entry-level memiliki umur yang bisa dibilang sangat pendek. Berbeda dengan ponsel android flagship atau kelas menengah yang lazimnya memiliki dukungan hardware untuk waktu yang lebih lama.
Bahkan mirisnya, akan tiba masanya dimana ponsel android entry-level tidak mendapatkan pembaharuan sistem operasi karena hardware tidak memenuhi standart requirement. Dengan demikian, mau tidak mau kita dipaksa untuk “upgrade” alias beli ponsel android baru agar dapat menikmati fitur-fitur yang baru juga.

Comments and Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *